Asam, Basa dan Garam

ASAM, BASA dan GARAM

Kalian pasti telah belajar tentang larutan. Larutan terdiri dari zat terlarut (solute) dan pelarut (solvent). Dalam suatu larutan, jumlah pelarut lebih banyak dibandingkan jumlah zat terlarut. Berdasarkan banyaknya zat terlarut yang terlarut dalam suatu pelarut, larutan dapat digolongkan sebagai larutan tidak jenuh, larutan jenuh, dan larutan lewat jenuh. Penggolongan larutan dapat juga didasarkan atas sifatnya. Suatu larutan dapat memiliki sifat asam, basa atau netral. Sifat asam, basa atau netral suatu larutan dapat diidentifikasi dengan menggunakan suatu indikator.

1. ASAM
Kamu tentu pernah menikmati segelas es jeruk yang sangat nikmat jika diminum pada siang hari yang panas. Es jeruk selain memiliki rasa manis juga memiliki rasa masam. Tahukah kalian mengapa es jeruk tersebut memiliki rasa masam? Rasa masam itu berasal dari air buah jeruk yang mengandung zat yang disebut asam. Asam yang terkandung dalam buah jeruk adalah asam sitrat.
Semua orang mungkin mengenal kata asam dari hal-hal yang rasanya masam seperti yang terdapat dalam cairan buah jeruk, tomat dan apel. Kata ”asam” berasal dari bahasa Latin “acidus” yang berarti masam. Salah satu sifat asam adalah rasanya yang masam. Dapatkah kalian menyebutkan beberapa contoh buah-buahan, selain jeruk, tomat dan apel, yang cairannya memiliki rasa masam yang mungkin terdapat di rumah? Pasti kalian ada yang dapat menyebutkan, beberapa di antaranya adalah buah belimbing, mangga, nenas, anggur.

Gambar 1 Apel, mangga dan tomat yang mengandung zat yang bersifat asam.

Berbagai jenis asam banyak kita konsumsi dalam kehidupan sehari-hari. Asam-asam tersebut dapat diperoleh dari makanan dan minuman yang kita konsumsi. Beberapa asam beserta keberadaannya diberikan pada Tabel 1.

Tabel 1 Beberapa asam dan keberadaannya
Nama asam Keberadaan
Asam askorbat (vitamin C) Buah-buahan
Asam karbonat Minuman bersoda (misalnya fanta, coca cola, sprite)
Asam sitrat Buah jeruk
Asam asetat Cuka
Asam laktat Susu yang sudah mengasam
Asam klorida Cairan lambung
Asam fosfat Cat anti karat dan baan pupuk
Asam sulfat Aki dan bahan pupuk

Larutan asam memiliki beberapa sifat, tiga diantaranya adalah:
1) Rasanya masam
2) Bersifat korosif
3) Mengubah warna kertas lakmus biru

Kalian akan mempelajari sifat-sifat yang lain sari larutan asam secara lebih lengkap dalam pelajaran kimia di SMA.
Kalian mungkin mengetahui bahwa suatu zat, khususnya yang berupa larutan, bersifat asam karena kalian mencicipinya. Namun perlu diperhatikan bahwa kalian tidak boleh mencicipi suatu larutan untuk mengetahui apakah larutan tersebut bersifat asam atau tidak. Misalnya, kamu tidak boleh mencicipi cuka yang ada di dapur karena ada kemungkinan senyawa tersebut bersifat racun. Beberapa senyawa yang terdapat di laboratorium seperti larutan asam sulfat (H2SO¬4), larutan asam nitrat (HNO3), dan larutan asam klorida (HCl) juga sangat berbahaya apabila dicicipi. Oleh karena itu cara yang paling aman dan mudah untuk mengetahui apakah suatu cairan atau larutan bersifat asam atau tidak adalah dengan menggunakan indikator. Indikator dapat berupa indikator kertas atau suatu larutan. Indikator kertas yang paling sering digunakan adalah kertas lakmus; indikator dalam bentuk larutan contohnya adalah larutan hasil ekstrak kunyit, larutan metil merah, dan larutan fenolftalein.
Kertas lakmus ada dua macam, yaitu kertas lakmus merah dan biru. Kalian akan mengetahui sifat larutan asam terhadap warna kertas lakmus setelah melakukan Kegiatan 1.

Kegiatan 1
Tujuan:
Mengidentifikasi sifat larutan asam terhadap warna kertas lakmus merah dan biru.

Alat dan Bahan:
Pelat tetes
Pipet tetes
Pisau
Kertas lakmus merah dan biru
Larutan asam klorida
Larutan asam asetat
Larutan asam sulfat
Prosedur:
1. Dengan menggunakan pipet tetes, teteskan masing-masing lima tetes larutan asam yang akan diuji pada cekungan yang ada di pelat tetes.
2. Celupkan kertas lakmus merah dan biru (panjang tidak lebih dari 1 cm) kedalam larutan asam tersebut.
3. Catat perubahan warna yang terjadi pada kertas lakmus dalam lembar pengamatan dibawah ini.

Lembar pengamatan:

Larutan yang diuji Perubahan Warna
Kertas lakmus merah Kertas lakmus biru
Larutan asam klorida
Larutan asam asetat
Larutan asam sulfat

Berikan kesimpulan berdasarkan data pengamatan kalian!

Kesimpulan:

Di muka telah disebutkan bahwa rasa masam dari cairan buah jeruk, tomat dan apel disebabkan oleh adanya zat yang bersifat asam. Untuk membuktikan apakah cairan tersebut memiliki sifat asam atau tidak dapat diketahui melalui Kegiatan 2.

Kegiatan 2
Tujuan:
Mengidentifikasi sifat asam dari cairan buah jeruk, tomat, dan apel dengan menggunakan kertas lakmus.

Alat dan Bahan:
Pelat tetes
Pipet tetes
Pisau
Kertas lakmus merah dan biru
Cairan buah jeruk
Cairan buah tomat
Cairan buah apel
Prosedur:
1. Siapkan cairan buah jeruk dengan cara mengiris buah jeruk menjadi potongan-potongan kecil. Potongan-potongan kecil tersebut diperas untuk mengeluarkan cairan buah yang diperlukan. Cara yang sama dapat digunakan untuk memperoleh cairan buah tomat dan apel.
2. Lakukan prosedur pengujian seperti pada kegiatan 1.
Tugas dan pertanyaan:
1. Berikan kesimpulan dari Kegiatan 2.
2. Dapatkah sifat asam suatu larutan diuji hanya dengan menggunakan kertas lakmus merah? Jelaskan jawabmu.

Bagaimana kalian dapat menguji sifat asam suatu larutan apabila kalian tidak memiliki indikator kertas lakmus? Dalam hal ini kalian dapat menggunakan indikator yang mungkin ada di sekitar lingkungan kalian yaitu indikator alami yang merupakan larutan ekstrak dari tanaman tertentu. Indikator alami dapat dibuat dari bagian tumbuhan yang memiliki warna seperti pada bagian kembang, umbi, kulit buah, dan daun. Dari bagian tersebut dapat diperoleh cairan ekstraknya yang merupakan larutan indikator alami.
Hampir semua bagian dari tumbuhan yang memiliki warna dapat digunakan untuk membuat larutan indikator alami, akan tetapi larutan indikator yang diperoleh mungkin tidak memberikan perubahan warna yang jelas pada waktu ditambah larutan asam. Beberapa tumbuhan yang dapat digunakan sebagai bahan untuk membuat larutan indikator alami contohnya adalah kembang sepatu, daun kubis ungu, daun bayam merah, dan kunyit.

Gambar 2 Kembang sepatu, kunyit dan kubis ungu
sebagai bahan untuk membuat larutan indikator alami.

Larutan indikator yang diperoleh dari bahan-bahan tersebut menunjukkan perubahan warna yang jelas pada penambahan larutan yang bersifat asam. Kalian akan mengetahui perubahan warna larutan indikator hasil ekstrak dari kembang sepatu, kunyit dan kubis ungu dalam larutan asam setelah melakukan Kegiatan 3.

Kegiatan 3
Tujuan:
Mengidentifikasi perubahan warna larutan indikator alami dari kembang sepatu, kunyit dan kubis ungu dalam larutan asam.
Alat dan Bahan:
Blender
Botol kecil berwarna
Corong
Gelas piala
Kertas saring atau saringan yang halus
Pelat tetes
Pipet tetes
Pisau
Larutan indikator hasil ekstrak dari kembang sepatu, kunyit dan kubis ungu
Larutan asam klorida
Larutan asam asetat
Larutan asam sulfat
Prosedur:
1. Buatlah larutan indikator alami dari ekstrak kembang sepatu dengan cara merajang kembang sepatu menjadi bagian yang kecil-kecil. Pada rajangan yang diperoleh tambahkan sedikit air yang cukup untuk mengekstrak cairan indikator yang terdapat dalam kembang sepatu. Blender campuran tersebut kemudian saringlah dengan saringan yang halus. Cairan yang diperoleh merupakan larutan indikator alami. Simpanlah larutan indikator yang diperoleh dalam botol kecil berwarna dan berikan label yang jelas pada botol tersebut. Lakukan cara yang sama untuk membuat larutan indikator alami dari kunyit dan kubis ungu.
2. Dengan menggunakan pipet tetes, teteskan masing-masing 5 tetes larutan asam yang akan diuji pada cekungan yang ada pada pelat tetes.
3. Teteskan indikator alami dengan menggunakan pipet pada larutan asam yang akan diuji sampai diperoleh perubahan warnah yang jelas.
4. Catat perubahan warna yang terjadi pada lembar pengamatan dibawah ini.

Lembar pengamatan:
Larutan yang diuji Perubahan warna larutan
indikator ekstrak kembang sepatu indikator ekstrak kunyit indikator ekstrak kubis ungu
Larutan asam klorida
Larutan asam asetat
Larutan asam sulfat

Berikan kesimpulan berdasarkan data pengamatan kalian!

Kesimpulan:

Sifat asam dari cairan buah dapat diidentifikasi dengan menggunakan larutan indikator alami seperti ditunjukkan pada Kegiatan 4.

Kegiatan 4
Tujuan:
Mengidentifikasi perubahan warna larutan indikator alami dari kembang sepatu, kunyit dan kubis ungu dalam cairan buah jeruk, tomat, dan apel.

Alat dan Bahan:
Pelat tetes
Pipet tetes
Larutan indikator hasil ekstrak dari kembang sepatu, kunyit dan kubis ungu
Cairan buah jeruk
Cairan buah tomat
Cairan buah apel
Prosedur:
Lakukan prosedur pengujian seperti pada kegiatan 3.
Tugas dan pertanyaan:
1. Berikan kesimpulan dari Kegiatan 4.
2. Dapatkah larutan indikator alami digunakan untuk menguji sifat asam suatu cairan atau larutan? Jelaskan jawabmu.

2. BASA
Pernahkah kalian merasa sakit perut yang rasanya sangat perih? Ketika kalian periksakan pada dokter ternyata kalian mungkin menderita penyakit yang sehari-hari disebut sakit maag. Sakit maag diakibatkan karena produksi asam lambung dalam tubuh yang berlebihan. Untuk menghilangkan rasa sakit itu maka kelebihan asam lambung perlu dinetralkan dengan suatu zat yang memiliki sifat basa. Zat tersebut terkandung dalam obat maag. Selain terkandung dalam obat maag, basa juga terkandung dalam bahan pembersih misalnya sabun mandi, deterjen, dan pasta gigi.

Gambar 3 Sampo dan sabun yang mengandung zat yang bersifat basa.

Basa dalam kehidupan sehari-hari digunakan dalam pembuatan bahan pembersih, misalnya sabun, pembersih lantai, dan pasta gigi. Basa juga dimanfaatkan dalam bidang pertanian, misalnya untuk menetralkan kelebihan asam yang terdapat dalam lahan pertanian. Larutan basa memiliki banyak sifat, tiga diantaranya adalah:
1) Terasa licin seperti sabun apabila terkena kulit
2) Dapat mengubah warna kertas lakmus merah
3) Tidak merubah warna kertas lakmus biru

Beberapa contoh basa beserta keberadaannya diberikan pada Tabel 2.

Tabel 2 Beberapa basa beserta keberadaannya
Nama basa Keberadaan
Ammonia (NH3) Bahan pemutih dan pembuatan pupuk
Kalsium hidroksida (KOH) Sabun mandi
Natrium hidroksida (NaOH) Sabun cuci, bahan pembersih oven
Magnesium hidroksida (Mg(OH)2) Obat maag
Aluminium hidroksida (Al(OH)3) Obat maag

Seperti halnya asam, kita tidak boleh mencicipi suatu cairan atau larutan untuk mengetaui sifat basanya karena mungkin bersifat racun. Kita dapat mengetahui apakah suatu zat memiliki sifat basa dengan menggunakan indikator kertas lakmus. Kalian akan mengetahui sifat larutan basa terhadap warna kertas laksmus setelah melakukan Kegiatan 5.

Kegiatan 5
Tujuan:
Mengidentifikasi perubahan warna kertas lakmus bila dicelupkan dalam larutan bersifat basa.

Alat dan Bahan:
Pelat tetes
Pipet tetes
Kertas lakmus merah dan biru
Larutan natrium hidroksida
Larutan kalium hidroksida
Prosedur:
1. Dengan menggunakan pipet tetes, teteskan masing-masing larutan yang akan diuji pada
cekungan pada pelat tets.
2. Celupkan kertas lakmus merah dan biru (panjang tidak lebih dari 1 cm) kedalam larutan tersebut.
3. Catat perubahan warna yang terjadi pada lembar pengamatan dibawah ini.

Lembar pengamatan:

Larutan yang diuji Perubahan Warna
Kertas lakmus merah Kertas lakmus biru
Larutan natrium hidroksida
Larutan kalium hidroksida

Berikan kesimpulan berdasarkan data pengamatan kalian!
Kesimpulan:

Sifat basa suatu larutan atau cairan juga dapat diidentifikasi dengan menggunakan kertas lakmus seperti ditunjukkan pada Kegiatan 6.

Kegiatan 6
Tujuan:
Mengidentifikasi sifat basa suatu cairan atau larutan dengan menggunakan kertas lakmus merah dan biru.

Alat dan Bahan:
Pelat tetes
Pipet tetes
Kertas lakmus merah dan biru
Air sabun
Larutan pasta gigi
Air kapur
Prosedur:
Lakukan prosedur pengujian seperti pada kegiatan 3.

Tugas dan pertanyaan:
1. Berikan kesimpulan dari Kegiatan 3.
2. Dapatkah sifat basa suatu larutan diuji hanya dengan menggunakan kertas lakmus biru? Jelaskan jawabmu.
3. Apakah untuk menguji sifat asam atau basa suatu larutan harus digunakan kertas lakmus merah dan biru? Jelaskan jawabmu.

Sebagaimana dalam menguji apakah suatu larutan bersifat asam, apabila kalian ingin menguji sifat basa suatu larutan tetapi tidak memiliki indikator kertas lakmus, kalian dapat menggunakan indikator alami seperti larutan ekstrak dari kembang sepatu, kunyit, dan daun kubis ungu seperti yang akan kamu lakukan dalam Kegiatan 7.

Kegiatan 7
Tujuan:
Mengidentifikasi perubahan warna larutan indikator alami dari kembang sepatu, kunyit dan kubis ungu dalam larutan basa.

Alat dan Bahan:
Pelat tetes
Pipet tetes
Larutan indikator hasil ekstrak dari kembang sepatu, kunyit dan kubis ungu
Larutan natrium hidroksida
Larutan kalium hidroksida
Prosedur:
1. Dengan menggunakan pipet tetes, teteskan masing-masing larutan basa yang akan diuji pada cekungan yang ada pada.
2. Teteskan indikator alami dengan menggunakan pipet pada larutan asam yang akan diuji.
3. Catat perubahan warna yang terjadi pada lembar pengamatan dibawah ini.

Lembar pengamatan:

Larutan yang diuji Perubahan warna larutan
Indikator kembang sepatu Indikator kunyit Indikator kubis ungu
Larutan natrium hidroksida
Larutan kalium hidroksida

Berikan kesimpulan berdasarkan data pengamatan kalian!

Kesimpulan:

Indikator alami dapat digunakan untuk mengidentifikasi sifat basa suatu larutan seperti ditunjukkan pada Kegiatan 8.

Kegiatan 8
Tujuan:
Mengidentifikasi perubahan warna larutan indikator alami dari kembang sepatu, kunyit dan kubis ungu dalam larutan basa.

Alat dan Bahan:
Pelat tetes
Pipet tetes
Larutan ekstrak dari kembang sepatu, kunyit dan kubis ungu
Air sabun
Larutan pasta gigi
Air kapur
Prosedur:
Lakukan prosedur pengujian seperti pada Kegiatan 7.
Tugas:
Berikan kesimpulan dari kegiatan 8.

Disamping larutan bersifat asam atau basa, ada juga larutan yang bersifat netral. Contohnya adalah larutan natrium klorida (NaCl). Sifat netral dari larutan tersebut ditunjukkan dengan hasil pengujian pada Kegiatan 9.

Kegiatan 9
Tujuan:
Mengidentifikasi perubahan warna dari indikator dalam larutan netral.
Alat dan Bahan:
Pelat tetes
Pipet tetes
Kertas lakmus merah dan biru
Larutan ekstrak dari kembang sepatu, kunyit dan kubis ungu
Larutan garam dapur
Prosedur:
Lakukan prosedur pengujian seperti pada kegiatan 1 dan 3.
Tugas:
Berikan kesimpulan dari percobaan 9

3. GARAM
Apakah yang ada dibenak kalian jika mendengar kata ”garam”? Kalian pasti akan berpikir tentang garam dapur yang biasa digunakan ibu kalian untuk memasak. Garam dapur merupakan salah satu contoh garam yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Garam dapur yang memiliki rumus kimia NaCl terkandung dalam air laut dalam jumlah yang besar. Contoh senyawa lain yang termasuk garam adalah soda kue (NaHCO3) dan natrium karbonat (Na2CO3). Garam dapur digunakan untuk penambah rasa asin dalam makanan sedangkan soda kue digunakan dalam roti yang menyebabkan roti ”mengembang”. Beberapa garam beserta keberadaannya diberikan pada Tabel 3.

Tabel 3 Berikut garam beserta keberadaannya
Nama garam Keberadaan
Tembaga(II) sulfat (CuSO4) Pestisida
Natrium karbonat (Na2CO3) Bahan-bahan alat pembersih
Natrium hidrogen karbonat (NaHCO3) Soda kue
Natrium klorida (NaCl) Garam dapur

Apakah sebenarnya garam itu? Garam merupakan zat yang dapat dihasilkan apabila kita mencampurkan larutan asam dan larutan basa dengan pelarut air. Pada waktu dicampurkan asam dan basa yang terlarut dalam air bereaksi membentuk garam. Reaksi yang terjadi disebut reaksi penggaraman atau reaksi netralisasi. Beberapa contoh reaksi pembentukan garam adalah sebagai berikut.

NaOH(aq) + HCl(aq) → NaCl(aq) + H2O(l)
KOH(aq) + HCl(aq) → KCl(aq) + H2O(l)
2NaOH(aq) + H2SO4(aq) → Na2SO4(aq) + 2H2O(l)

Pada persamaan reaksi di atas NaOH(aq) artinya NaOH terlarut dalam air (aq = aqueous) dan H2O(l) artinya air dalam fase cair (liquid).
Garam yang diperoleh dari reaksi antara larutan asam dan larutan basa dapat bersifat netral, bersifat asam atau bersifat basa. Kalian dapat mencoba mengidentifikasi sifat-sifat tersebut pada Kegiatan 10.

Kegiatan 10
Tujuan:
Mengidentifikasi sifat netral, asam atau basa suatu larutan garam.
Alat dan Bahan:
Pelat tetes
Pipet tetes
Kertas lakmus merah dan biru
Larutan garam dapur, NaCl(aq)
Larutan pupuk ZA, (NH4)2SO4(aq)
Larutan natrium asetat, NaCH3COO(aq)
Prosedur:
1. Teteskan masing-masing larutan garam yang akan diuji pada pelat tetes dengan menggunakan pipet.
2. Celupkan kertas lakmus (panjang tidak lebih dari 1 cm) kedalam larutan tersebut.
3. Catat perubahan warna yang terjadi pada lembar pengamatan dibawah ini.

Lembar pengamatan:

Larutan yang diuji Perubahan Warna Sifat larutan garam
Kertas lakmus merah Kertas lakmus biru
Larutan garam dapur
Larutan pupuk ZA
Larutan natrium asetat

Berikan kesimpulan berdasarkan data pengamatan kalian!

Kesimpulan:

4. INDIKATOR ASAM-BASA
Seperti telah kamu lakukan di depan bahwa salah satu cara membedakan sifat antara asam, basa, dan netral suatu larutan dapat diidentifikasi dengan menggunakan indikator. Indikator asam- basa adalah zat yang mengalami perubahan warna dalam larutan dengan sifat yang berbeda. Dalam larutan asam indikator asam-basa memiliki warna tertentu; dalam larutan basa indikator asam-basa memiliki warna yang lainnya. Seperti yang kalian ketahui berdasarkan beberapa kegiatan yang telah kamu lakukan, indikator asam-basa ada yang berupa indikator alami dan indikator buatan.

4.1. Indikator buatan
Indikator buatan (sintetik) merupakan indikator yang dibuat dari bahan-bahan kimia sintetik yang dapat mengalami perubahan warna yang spesifik dalam larutan yang bersifat asam, basa dan netral. Indikator buatan dapat digunakan untuk mengetahui sifat asam, basa atau netral suatu larutan. Kertas lakmus yang terdiri dari lakmus merah dan lakmus biru merupakan contoh dari indikator buatan. Dalam larutan asam, lakmus biru berubah warnanya menjadi merah, sedangkan lakmus merah tetap merah. Dalam larutan basa, lakmus merah berubah warnanya menjadi biru, sedangkan lakmus biru tetap biru. Jika ke dalam suatu larutan kita masukkan kertas lakmus merah atau lakmus biru dan ternyata tidak terjadi perubahan warna kertas lakmus, maka larutan tersebut bersifat netral.
Indikator buatan lain yang berupa kertas adalah indikator universal. Indikator buatan dapat juga berupa larutan indikator seperti indikator phenolftalein dan metil jingga. Indikator buatan dapat juga merupakan perangkat elektronik seperti pH meter. Indikator-indikator tersebut selain dapat digunakan untuk mengidentifikasi sifat asam, basa, atau netral dari suatu larutan juga dapat digunakan untuk menentukan pH dari suatu larutan. pH merupakan salah satu indikator keasaman, kenetralan atau kebasaan suatu larutan. Suatu larutan dapat memiliki pH dengan rentangan antara nol sampai 14. Larutan yang bersifat asam memiliki ph 7. Berikut diberikan beberapa contoh dari indikator buatan selain kertas lakmus.

4.1.1. Indikator universal
Indikator universal, umumnya berbentuk pita kertas berwarna kuning . Jika dicelupkan kedalam larutan asam, basa, atau netral maka pita akan berubah warna seperti diberikan pada gambar berikut.

Gambar 4 Perubahan warna indikator universal pada beberapa harga pH larutan.
Angka di atas merupakan pH dari larutan.
4.1.2. pH-meter
Untuk menguji sifat larutan asam, basa atau netral dapat digunakan pH-meter. pH-meter memiliki elektrode yang dicelupkan ke dalam larutan yang diukur pH-nya. Dari harga pH inilah dapat diketahui sifat asam basa dari larutan.

Gambar 5 Beberapa contoh pH meter.

Coba tentukan sifat larutan yang diukur pH nya pada gambar kiri. pH meter merupakan suatu alat yang praktis untuk mengetahui sifat asam atau basa suatu lahan. Banyak ahli pertanian yang menggunakan alat tersebut untuk menguji keasaman lahan.

4.1.3. Larutan indikator asam-basa
Untuk mengukur pH larutan dapat pula digunakan larutan indikator asam-basa yang mengalami perubahan warna pada rentangan atau trayek pH tertentu. Pada Tabel 4 diberikan beberapa contoh indikator asam-basa beserta rentangn pH dimana indikator tersebut mengalami perubahan warna.

Tabel 4 Beberapa indikator asam-basa
Nama indikator Perubahan warna Trayek pH
Metil jingga Merah – kuning 3.0 – 4.4
Metil merah Merah – kuning 4.2 – 6.2
Brotimol biru Kuning – biru 6.0 – 7.8
Fenolftalein Tidak berwarna – merah ungu 8.3 – 10

4.2. Indikator alami
Indikator alami merupakan indikator yang berasal dari tumbuhan yang dapat berubah warnanya dalam larutan yang sifatnya berbeda (asam, basa, atau netral). Bagian dari tumbuhan yang dapat digunakan sebagai indikator yaitu bagian yang memiliki zat warna seperti pada bagian kembang, umbi, kulit buah, dan daun. Contohnya adalah kembang sepatu, daun kubis ungu, daun bayam merah, dan kunyit. Hampir semua tumbuhan berwarna dapat digunakan sebagai indikator tetapi terkadang perubahan warna yang terjadi tidak jelas. Contoh indikator alami beserta perubahan warnanya diberikan pada Tabel 5.

Tabel 5 Contoh indikator alami dan perubahan warnanya
Bahan Warna indikator dalam
Larutan bersifat asam Larutan bersifat basa Larutan bersifat netral

Merah Hijau Merah

Merah Hijau Merah

Merah ungu Hijau Merah

Info sains
Kembang hydrangea merupakan salah satu contoh indikator alami. Kembang hydrangea akan berwarna merah muda (pink) apabila diatanam pada tanah yang bersifat basa, sedangkan jika ditanam pada tanah yang asam maka kembang tersebut akan berwarna biru.

Gambar 6 Kembang Hydrangea pada tanah asam (kiri)
Kembang Hydrangea pada tanah basa (kanan)

5. PERANAN ASAM-BASA DALAM BERBAGAI BIDANG
Asam-basa sangat berkaitan erat dengan kehidupan sehari-hari. Tahukah kalian jika sifat asam basa tidak hanya berperan dalam bidang kimia akan tetapi juga sangat berguna dalam berbagai bidang seperti dalam bidang biologi, fisika, dan geografi.

5.1. Pemanfaatan sifat asam-basa dalam bidang pengobatan
Banyak hal dalam bidang kedokteran yang berkaitan dengan asam basa seperti diberikan dalam berbagai contoh berikut.

5.1.1 Obat maag
Tahukah kalian gambar apa di bawah ini?

Gambar 7. Lambung manusia

Kalian semua pasti akan menjawab gambar lambung. Jawaban kalian benar. Gambar di atas merupakan gambar lambung. Lambung memproduksi sekitar 1 L cairan lambung tiap harinya. Cairan lambung tersebut mengandung asam klorida (HCl) yang biasa disebut dengan asam lambung. Asam lambung bermanfaat untuk membantu proses pencernaan makanan dan mengaktifkan beberapa enzim pencernaan. Di dalam lambung inilah proses pencernaan makanan terjadi. Untuk selanjutnya diteruskan ke usus di bawahnya. Dalam proses pencernaan tersebut asam lambung membantu proses penghancuran makanan.
Meskipun bermanfaat, asam lambung yang berlebihan dapat menyebabkan peradangan lambung (maag). Asam lambung yang produksinya berlebihan dapat merusak dinding lambung karena sifat korosif (mengikis) dari asam tersebut. Beberapa faktor yang memicu produksi asam lambung secara berlebihan adalah makanan dan minuman yang bersifat asam, makanan yang pedas serta bumbu yang merangsang, semisal jahe dan merica. Selain itu penyakit maag juga dapat disebabkan karena infeksi bakteri tertentu, misalnya elicobacter pylori yang merupakan bakteri normal dalam lambung, yang dalam kondisi tertentu bisa menjadi tidak normal yang akhirnya merangsang produksi asam lambung secara berlebihan.
Penyakit maag dapat diatasi dengan mengurangi kelebihan produksi asam lambung dengan menggunakan obat maag. Mengapa harus menggunakan obat maag? Dalam obat maag terkandung zat yang bersifat basa yang dapat mengurangi kelebihan asam lambung. Basa yang terkandung dalam obat maag biasanya Mg(OH)2, Al(OH)3 atau campuran keduanya. Berikut ini beberapa nama dagang obat maag dan bahan aktifnya.

Tabel 6 beberapa contoh obat maag
Nama obat Bahan aktif
Mylanta
Promag
Waisan Al(OH)3 dan Mg(OH)2
Mg(OH)2
Mg(OH)2

Kelebihan asam lambung akan dikurangi karena reaksinya dengan bahan aktif dalam obat maag. Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut.

2HCl(aq) + Mg(OH)2(s) → MgCl2(aq) + 2H2O(l)
3HCl(aq) + Al(OH)3(s) → AlCl3 (aq) + 3H2O(l)
5.1.2. Sengatan tawon dan lebah
Pernahkah kalian kalian disengat oleh tawon? Jika pernah pasti sangat sakit dan sengatan tersebut dapat menimbulkan bengkak pada bagian tubuh kalian yang disengat. Sengatan tawon ini bersifat basa sehingga untuk menyembuhkannya diperlukan zat yang dapat menetralisir sengatan tersebut. Zat tersebut adalah asam. Asam yang dapat digunakan untuk mengobati bagian tubuh yang tersengat tawon adalah asam cuka atau asam asetat (CH3COOH).
Apakah kalian juga tahu, jika lebah madu juga dapat menyengat tubuh kalian. Sengatan lebah ini berbeda dengan sengatan tawon. Sengatan tawon bersifat basa sedangkan sengatan lebah bersifat asam. Untuk menetralkan sengatan lebah dapat digunakan zat yang bersifat basa. Basa yang biasanya digunakan adalah baking soda atau natrium bikarbonat (NaHCO3). Natrium karbonat akan menetralisir sengatan lebah yang bersifat asam sehingga dapat mengurangi iritasi pada kulit.
Kalian pernah kan membaca iklan tentang “Pengobatan asam urat dengan sengatan lebah”? Produksi asam urat yang berlebihan dapat menimbulkan rasa sakit, terutama pada daerah persendian, karena asam urat tersebut membentuk kristal yang ukurannya bervariasi. Asam urat tersebut dapat dikurangi dengan zat yang bersifat basa yang dihasilkan dari sengatan tawon. Jadi harusnya iklan di atas dirubah menjadi “Pengobatan asam urat dengan sengatan tawon”. Iklan “Pengobatan sengat lebah” pada Gambar 8 tentunya bukan ditujukan untuk pengobatan asam urat.

Gambar 8 Pengobatan dengan sengatan lebah.

5.2 Peranan asam-basa dalam bidang ekologi dan arkeologi
Pernahkah kalian mendengar istilah hujan asam? Apakah itu? Bukankah hujan itu adalah air yang turun? Atau kali ini air hujan bercampur dengan asam sehingga rasanya masam? Mengapa itu bisa terjadi? Apakah hujan asam itu berbahaya bagi kehidupan di bumi?
Air hujan selalu bersifat asam karena di dalamnya terdapat asam karbonat (H2CO3) hasil reaksi antara air hujan dengan gas karbon dioksida (CO2) di udara.

CO2(g) + H2O(l) → H2CO3(aq)
Sifat asam air hujan akibat adanya asam karbonat adalah bermanfaat bagi tanah karena dapat membantu melarutkan mineral-mineral di permukaan bumi yang dibutuhkan oleh tumbuhan dan binatang.
Hujan asam dikaitkan dengan adanya asam-asam dalam air hujan yang merupakan hasil reaksi dari oksida-oksida belerang dan nitrogen yang terdapat di udara dengan air hujan. Oksida-oksida belerang yang biasanya menimbulkan hujan asam adalah belerang dioksida (SO2) dan belerang trioksida (SO3). Oksida-oksida tersebut bereaksi dengan air membentuk asam sulfit (H2SO3) dan asam sulfat (H2SO4).

SO2(g) + H2O(l) → H2SO3(aq)
SO3(g) + H2O(l) → H2SO3(aq)

Oksida nitrogen yang paling utama dalam menimbulkan hujan asan adalah nitrogen dioksida (NO2). Oksida ini bereaksi dengan air membentuk asam nitrat (HNO3).

NO2(g) + H2O(l) → N2SO3(aq)

Adanya asam-asam, terutama asam sulfit (H2SO3), asam sulfat (H2SO4) dan asam nitrat (HNO3) dalam air hujan, mengakibatkan terjadinya hujan asam (acid rain). Hujan asam ini bila masuk dalam perairan akan meningkatkan keasaman air sehingga berbahaya bagi organisme air terutama ikan. Hujan asam juga dapat menyebabkan bertambahnya keasaman tanah sehingga dapat mematikan pohon-pohon atau merontokkan daun-daun tumbuhan tertentu yang tidak dapat hidup dalam lahan yang bersifat asam seperti diberikan pada Gambar 9. Hujan asam akan melarutkan mineral tertentu yang diperlukan untuk tumbuhnya daun.

Gambar 9. Pohin-pohon yang daunnya rontok akibat
tidak dapat hidup dalam lahan yang bersifat asam.
(Gambar dikutip dari Google.com)

Hujan asam dapat mempercepat korosi atau pengkaratan mobil, jembatan yang terbuat dari logam, gedung-gedung dan patung-patung, terutama yang terbuat dari marmer (CaCO3). CaCO3 bereaksi dengan asam yang terdapat dalam air hujan sehingga muka patung atau bagian-bagian lainnya menjadi rata. Salah satu reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut.

CaCO3(s) + H2SO4(aq) → CaSO4(aq) + H2O(l) + CO2(g)

Gambar 10. Patung yang mengalami kerusakan akibat hujan asam.

Candi Borobudur di Muntilan Jawa Tengah juga akan semakin cepat rusak apabila lingkungan di sekitanya semakin banyak menghasilkan bahan pencemar udara yang berpotensi untuk meningkatkan kadar asam dalam air hujan yang ada.

6. Rangkuman
Larutan dapat memiliki sifat asam, basa atau netral. Sifat-sifat tersebut dapat diidentifikasi dengan menggunakan indikator. Indikator ada dua macam, yaitu indikator sintetik dan indikator alami. Contoh indikator sintetik adalah kertas lakmus, indikator universal, larutan indikator metil merah dan fenolftalein. Indilator tersebut menunjukan warna yang berbeda dalam larutan yang sifatnya berbeda. Indikator alami merupakan indikator yang berasal dari tumbuhan. Indikator ini juga menunjukan warna yang berbeda dalam larutan yang sifatnya berbeda.
Larutan bersifat netral apabila tidak merubah warna kertas lakmus merah dan biru yang dicelupkan di dalamnya. Larutan bersifat asam apabila dapat merubah warna kertas lakmus biru menjadi merah. Larutan bersifat basa apabila dapat merubah warna kertas lakmus merah menjadi biru.
Sifat asam-basa suatu zat dapat dimanfaatkan dalam pengobatan penyakit tertentu. Penyakit maag yang disebabkan oleh kelebihan produksi asam lambung dapat diobati dengan menggunakan zat yang bersifat basa seperti magnesium hidroksida dan aluminium hidroksida.
Adanya asam-asam dalam air hujan, mengakibatkan terjadinya hujan asam (acid rain). Hujan asam ini bila masuk dalam perairan akan meningkatkan keasaman air sehingga berbahaya bagi organisme air terutama ikan. Hujan asam juga dapat menyebabkan bertambahnya keasaman tanah sehingga dapat mematikan pohon-pohon atau merontokkan daun-daun tumbuhan tertentu. Hujan asam dapat mempercepat korosi atau pengkaratan mobil, jembatan yang terbuat dari logam, gedung-gedung dan patung-patung, terutama yang terbuat dari marmer.

7. Soal-soal latihan
(1) Berikan cara menentukan sifat asam, basa atau netral suatu larutan dengan menggunakan kertas lakmus merah dan biru.
(2) Berikan cara menentukan sifat asam, basa atau netral suatu larutan dengan menggunakan indikator kembang sepatu.
(3) Berikan warna indikator ekstrak kembang sepatu, kunyit, dan kubis merah dalam larutan dengan:
(a) pH 7
(4) Pada waktu mandi kalian merasakan licinnya air sabun. Jelaskan mengapa demikian.
(5) Apakah yang dimaksud dengan reaksi netralisasi? Berikan contohnya.
(6) Mengapa Mg(OH)2 dan Al(OH)3 dapat digunakan untuk mengobati sakit maag?
(7) Jelaskan pengaruh hujan asam terhadap:
(a) organisme perairan
(b) jembatan dari logam
(c) bangunan yang terbuat dari marmer.

Daftar Pustaka
J.D. Anderton, P.J. Garnett, W.R. Liddelow, R.K. Kowe, and I.J. Manno. 2000.
Foundation of Chemistry. South Melbourne: Longman.
Effendy. 2007. A Level Chemistry for Senior High School Students, Volume 2A. Malang: Bayumedia Publishing.
R. Harwood. 2006. IGCSE New Edition Chemistry. Cambridge: Cambridge University
Press.
A. Leokum. 1991. Still More Tell Me Why. London: Dean.
Lutfi. 2006. IPA Kimia SMP & MTs, JIlid 1. Jakarta: Esis

Tentang irsanwahab

to be your self by your self.
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s